
KABUPATEN SEMARANG, 26 Juli 2026 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Maggot Aquafeed II pada Sabtu, 26 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang ini berfokus pada pengolahan maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi pelet lele mandiri bersama pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai mitra pelaksana program.
Program ini merupakan kelanjutan dari Maggot Aquafeed I yang sebelumnya berfokus pada budidaya maggot BSF mulai dari penetasan hingga panen. Pada tahap kedua ini, kegiatan diarahkan pada pengolahan hasil panen maggot menjadi pakan ikan yang siap digunakan untuk mendukung budidaya lele berbasis sistem bioflok di Kelurahan Pringapus.
Pelaksanaan Maggot Aquafeed II dilatarbelakangi oleh tingginya biaya pakan yang masih menjadi tantangan utama dalam usaha budidaya lele. Harga pelet komersial yang terus meningkat menyebabkan biaya pakan mencapai 60–70 persen dari total biaya produksi. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Kelurahan Pringapus memiliki 24 kolam bioflok dengan kapasitas hingga 3.000 ekor ikan lele pada setiap kolamnya. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mudah diproduksi oleh masyarakat secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi sekaligus praktik langsung mengenai proses pengolahan maggot BSF menjadi pelet lele. Maggot yang telah dipanen terlebih dahulu dimatikan menggunakan air panas, kemudian dikeringkan, dihaluskan, dicampur dengan bahan pendukung, dicetak menggunakan mesin pelet, dan dikeringkan kembali hingga menghasilkan pelet siap pakai.

Selain praktik pengolahan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai potensi maggot BSF sebagai bahan baku pakan alternatif. Maggot BSF diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu sekitar 30–40 persen, serta dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan maggot BSF tidak hanya membantu mengurangi timbulan limbah organik, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan usaha budidaya perikanan.
Berdasarkan kajian yang menjadi dasar Program LENTERA, penggunaan kombinasi 50 persen pelet komersial dan 50 persen maggot BSF mampu menekan biaya pengadaan pakan hingga 22,74 persen dalam satu siklus produksi. Efisiensi tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keuntungan usaha budidaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.
Melalui program ini, Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham juga mendorong penerapan konsep bio-sirkular di tingkat masyarakat. Limbah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot, maggot diolah menjadi pakan, kemudian digunakan untuk mendukung budidaya lele yang menjadi salah satu program unggulan masyarakat Kelurahan Pringapus. Pendekatan tersebut menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
![]()