
Kelurahan Pringapus menjadi lokasi peluncuran Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diinisiasi oleh PK IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu (13/6/2026). Program bertajuk LENTERA (Lele Sejahtera) ini mendapat dukungan penuh dari Fakultas Sains dan Teknologi Pangan (FSTP) Unimus sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi pangan dan potensi lokal.
Program LENTERA mengusung konsep integrasi budidaya lele dengan sistem bioflok serta pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Melalui pendekatan tersebut, sampah organik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan dapat dimanfaatkan menjadi pakan alternatif yang bernilai ekonomis, sehingga mampu menekan biaya produksi budidaya lele dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Grand launching program dilaksanakan secara resmi oleh Wakil Rektor III Unimus, Eny Winaryati. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan FSTP beserta jajaran pimpinan fakultas yang memberikan dukungan langsung terhadap implementasi program. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan komitmen institusi dalam mendampingi mahasiswa mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program LENTERA memiliki beberapa pilar utama, di antaranya Maggot Aquafeed yang berfokus pada pengembangan pakan alternatif berbasis maggot BSF, serta DESALE (Demo Masak Lele) yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk hasil budidaya lele melalui pengolahan pangan yang inovatif dan berstandar. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budidaya, tetapi juga keterampilan dalam mengolah hasil panen menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi.
Selama lima bulan ke depan, FSTP Unimus akan terus mengawal pelaksanaan program melalui pendampingan teknologi, standardisasi pangan, serta peningkatan efisiensi sistem produksi. Diharapkan program ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Pringapus, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis inovasi dan keberlanjutan.
![]()